Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perkembangan Spiritual Remaja, Teori Spiritual dan Implikasinya terhadap Pendidikan


PERKEMBANGAN SPIRITUAL


Spiritual berasal dari bahasa latin “spiritus” yang berarti nafas atau udara, spirit memberikan hidup, menjiwai seseorang.spirit memberikan arti penting ke hal apa saja yang sekiranya menjadi pusat dari seluruh aspek kehidupan seseorang. Spiritual adalah suatu yang di pengaruhi oleh budaya, perkembangan, pengalaman hidup, kepercayaan dan nilai kehidupan Spiritualitas mampu menghadirkan cint, kepercayaan, dan harapan, melihat arti dari kehidupan dan memelihara hubungan dengan sesama.

Baca juga : Landasan dan Prinsip-prinsip Operasional Bimbingan dan Konseling di Sekolah  

Spiritual menghubungkan antara intrapersonal (hubungan diri sendiri), interpersonal (hubungan antar diri sendiri dan orang lain), dan transpersonal (hubungan antara diri sendiri dengan tuhan atau kekuatan gaib). Spiritual suatu kepercayaan dalam hubungan antar manusia dengan beberapa kekuatan diatasnya, kreatif, kemuliaan atau sumber energi serta spiritual juga merupakan pencarian arti dalam kehidupan dan sistem kepercayaan seseorang yang mana akan terjadi konflik bila pemahamannya dibatasi.

Teori Perkembangan Spiritual


Spritualitas mempengaruhi seluruh bagian dalam diri seseorang: pikiran , jiwa, tubuh:

a. Menurut Teori Fowler Fowler (1974:121) Telah mengidentifikasi tujuh tahapan keimanan, empat diantaranya berkaitan erat dan sejajar dengan perkembangan kognitif dan psikososial dimasa anak-anak. James Fowler menggambarkan perkembangan iman sebagai kekuatan yang memberi makna pada kehidupan individu.

b. Menurut Teori Westerhoff Westerhoff menggambarkan iman sebagai cara untuk hidup dalam berperilaku, yang berasal dari keyakinan turun temurun yang diperoleh dari bimbingan orang tua dan orang lain semasa bayi dan kanak-kanak, hingga terbentuk keyakinan pribadi yang terinteralisasi pada masa dewasa dan menjadi arah bagi tindakan personal.


Implikasi perkembangan spiritual terhadap pendidikan


Perkembangan spiritual membawa banyak implikasi terhadap pendidikan dan diharapkan muncul manusia yang benar-benar utuh dari lembaga-lembaga pendidikan. Untuk itu, pendidikan agama nampaknya harus tetap dipertahankan sebagai bagian penting dari program-program pendidikan yang diberikan di sekolah dasar. Tanpa melalui pendidikan agama, mustahil SQ dapat berkembang baik dalam diri peserta didik

Baca juga : Peranan Bimbingan dan Konseling dalam Pembelajaran Siswa di Sekolah  

Beberapa strategi yang mungkin dapat dilakukan guru disekolah dalam membantu perkembangan moral dan spiritual peserta didik, yaitu :

a. Memberikan pendidikan moral dan keagamaan melalui kerikulum tersembunyi, yakni menjadi sekolah sebagai atmosfer moral dan agama secara keseluruhan. Atmoisfer disini termasuk peraturan sekolah dan kelas, sikap terhadap kegiatan akademik dan ekstrakurikuler, orientasi moral yang dimiliki gura dan pegawai serta materi teks yang digunakan.

b. Memberikan pendidikan moral langsung, yakni pendidikan moral dengan pendekatan pada nilai dan juga sifat selama jangka waktu tertenyu, atau menyatukan nilai-nilai dan sifat-sifat tersebut kedalam kurikulum.

c. Memberikan pendekatan moral melalui pendekatan klarifikasi nilai, yaitu pendekatan moral tidak langsung yang berfokus pada upaya membantu siswa memperoleh kejelasan mengenai tujuan hidup mereka dan apa yang berharga untuk dicari.

d. Menjadikan pendidikan sebagai wahana yang kondusif bagi peserta didik untuk menghayati agamanya, tidak hanya sekedar bersifat teoritis tetapi penghayatan yang benr-benar dikontruksi dari pengalaman keberagamaan. Oleh sebab itu, pendidikan agama yang dilangsungkan disekolah harus lebih menekankan pada penempatan peserta didik untuk mencari pengalaman keberagamaan.

Baca juga : Asas-Asas Bimbingan Konseling di Sekolah, Kerahasiaan, Keterbukaan dan Kemandirian  

REFLEKSI


Perkembangan spiritual individu ini adalah bahwasanya manusia itu terdiri dari dimensi fisik, emosi, intelektual, sosial dan spiritual dimana setiap dimensi harus dipenuhi kebutuhannya jika tidak terpenuhinya kebutuhan manusia pada salah satu diantara dimensi di atas akan menyebabkan ketidaksejahteraan atau keadaan tidak sehat. Kondisi tersebut dapat dipahami mengingat dimensi fisik, psikologis, sosial, spiritual, dan kultural merupakan satu kesatuan yang saling berhubungan.

Posting Komentar untuk "Perkembangan Spiritual Remaja, Teori Spiritual dan Implikasinya terhadap Pendidikan"