Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

RNA Adalah : Pengertian, Struktur, Jenis, Fungsi dan Proses Pembentukan


Pengertian RNA


RNA ( ribonucleic acid ) atau asam ribonukleat merupakan makromolekul yang berfungsi sebagai penyimpan dan penyalur informasi genetik. RNA sebagai penyimpan informasi genetik misalnya pada materi genetik virus, terutama golongan retrovirus. RNA sebagai penyalur informasi genetik misalnya pada proses translasi untuk sintesis protein. RNA juga dapat berfungsi sebagai enzim ( ribozim ) yang dapat mengkalis formasi RNA-nya sendiri atau molekul RNA lain. RNA merupakan rantai tunggal polinukleotida.

Struktur RNA


Purin dan pirimidin yang berkaitan dengan ribosa membentuk suatu molekul yang dinamakan nukleosida atau ribonukleosida, yang merupakan prekursor dasar untuk sintesis DNA. Ribonukleosida yang berkaitan dengan gugus fosfat membentuk suatu nukleotida atau ribonukleotida. RNA merupakan hasil transkripsi dari suatu fragmen DNA, sehingga RNA merupakan polimer yang jauh lebih pendek dibandingkan DNA.




Jenis RNA


a. RNAd atau RNAm

RNAd merupakan RNA yang urutan basanya komplementer dengan salah satu urutan basa rantai DNA. RNAd membawa pesan atau kode genetik (kodon) dari kromosom (di dalam inti sel) ke ribosom (di sitoplasma). Kode genetik RNAd tersebut kemudian menjadi cetakan utnuk menetukan spesifitas urutan asam amino pada rantai polipeptida. RNAd berupa rantai tunggal yang relatif panjang.

Baca juga : Inspirasi dari Steve Jobs  

b. RNAr

RNAr merupakan komponen struktural yang utama di dalam ribosom. Setiap subunit ribosom terdiri dari 30 – 46% molekul RNAr dan 70 – 80% protein.

c. RNAt

RNAt merupakan RNA yang membawa asam amino satu per satu ke ribosom. Pada salah satu ujung RNAt terdapat tiga rangkaian basa pendek ( disebut antikodon). Suatu asam amino akan melekat pada ujung RNAt yang berseberangan dengan ujung antikodon. Pelekatan ini merupakan cara berfungsinya RNAt, yaitu membawa asam amino spesifik yang nantinya berguna dalam sintesis protein yaitu pengurutan asam amino sesuai urutan kodonnya pada RNAd.

Fungsi RNA


  • RNA juga mengarahkan produksi protein baru dengan mengirimkan informasigenetik pada struktur bangunan protein.
  • RNA mengarahkan sintesis protein.
  • m-RNA mengambil pesan genetik dari RNA.
  • transfer t-RNA aktif asam amino, ke tempat sintesis protein.
  • r-RNA sebagian besar hadir dalam ribosom, dan bertanggung jawab atas stabilitas m-RNA.

Proses Pembentukan RNA


Transkripsi adalah langkah pertama dalam pembuatan protein. Transkripsi memiliki pekerjaan yang luar biasa dari replikasi DNA, dengan dua pengecualian; pertama, sebuah segmen kecil dari DNA tiruan dan kedua, RNA polimerase, bukan DNA polimerase, membuat tiruannya.

Baca juga : Nutrisi Biji Lamtoro sebagai Pakan Ternak  

Pembentukan RNA yang spesifik oleh suatu segmen DNA yang spesifik (gen) disebut transkripsi. Transkripsi memerlukan enzim RNA polimerase, trifosfat ribonukleosida yang tepat (ATP, GTP, CTP, dan UTP) dan cetakan DNA. DNA mentranskripsi kode genetiknya pada pembentukan RNA, yakni kode-kode yang merupakan rumusan urutan asam amino dari protein yang akan disintesis.

Ketika melakukan transkipsi, suatu segmen dari “double helix” DNA terbuka. Segmen DNA ini adalah gen yang akan diekspresikan. Salah satu rantai DNA yang telah terbuka melakukan transkripsi. Rantai DNA ini disebut antisense strand. Rantai pasangannya yang sudah terbuka tidak mengalami transkripsi, disebut sense strand.

DNA terlihat dalam pita kromosom metafase, walaupun kebanyakan terlihat jelas pada replikasi penambahan kromosom pada “salivary gland cell of flies”. Pada interfase inti DNA terlihat lebih awal pada granula kromatin yang memberikan reaksi positif dengan tes Feulgen.

Proses transkripsi berjalan sebagai berikut. Enzim RNA polimerase melekatkan diri pada bagian khusus dari molekul DNA dan membuka spiral ganda. Kemudian kedua rantai yang tadinya membentuk double helix terpisah pada ikatan atom H yang menghubungkan kedua basa N.


RNA polimerase kini bergerak melalui antisense strand dari arah 3′ –> 5′, sambil memasang ribonukleotida (terdapat di medium sekitarnya dalam bentuk trifosfat, misalnya ATP) pada rantai RNA yang sedang terbentuk, dengan urutan basa N yang komplementer dengan urutan basa N pada rantai antisense strand dari DNA.

Dengan demikian, setiap C pada DNA yang ditranskripsikan akan disisipkan G ke rantai mRNA; setiap G pada DNA disisipkan C ke mRNA; setiap A pada DNA disisipkan U pada mRNA; dan setiap T pada DNA disisipkan A pada RNA.

Baca juga : Mendidik Anak Tunggal Agar Tidak Manja  

mRNA keluar dari inti menuju sitoplasma, tepatnya di ribosom. Selanjutnya, mRNA terikat oleh RNA ribosom, pada saat ini 09proses translasi dimulai.

tRNA (RNA transfer) membawa asam amino yang sesuai dengan kode genetic yang dibawa oleh mRNA.

Posting Komentar untuk "RNA Adalah : Pengertian, Struktur, Jenis, Fungsi dan Proses Pembentukan"