Resiko dan Tantangan Bisnis Waralaba (Franchise)

Bisnis waralaba

Sebagian besar pelaku bisnis setuju bahwa franchise atau waralaba adalah salah satu cara paling efektif untuk segera meningkatkan keuntungan.

Namun, bukan berarti menjalankan bisnis franchise akan berjalan mulus terus, tentunya banyak tantangannya. Di bawah ini adalah daftar tantangan dan solusi untuk menjalankan bisnis franchise.

 Tidak ada standar untuk bisnis waralaba


Sebuah bisnis waralaba harus memiliki persyaratan administrasi yang ketat untuk menjaga kualitas. Sayangnya, di banyak negara tidak ada standardisasi atau ketentuan yang ketat untuk melindungi pemegang waralaba dari otoritas setempat.

Baca juga : 5 Ciri Investasi Palsu atau Bodong, Jangan Sampai Tertipu!

Pada akhirnya, ketidakpastian peraturan membuat bisnis menjadi lebih sulit untuk membedakan antara sistem bisnis waralaba dan bisnis normal. Pada hakikatnya waralaba adalah peluang bisnis, tetapi tidak semua peluang bisnis adalah waralaba.

Sesuai prosedur, standarisasi bisnis franchise harus lebih ketat dan peluang bisnis lebih fleksibel. Waralaba ditandai dengan persyaratan administrasi yang ketat.

Sebagai solusi, investor harus berhati-hati dalam memilih jenis perusahaan yang akan diikutinya. Sebelum menentukan bisnis waralaba, calon pewaralaba harus meneliti dengan seksama dan melihat track record reputasi bisnis waralaba tersebut.

Proses review dapat dilakukan dengan bantuan organisasi pendukung seperti Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) dan Asosiasi Waralaba Indonesia (AFI).

Tumbuh cepat tanpa rencana


Bisnis franchise bisa berkembang pesat dalam waktu singkat, karena memang bisnis model ini sangat potensial, didukung oleh modal yang besar dan dijual secara agresif, sistematis dan efektif.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa pertumbuhan yang cepat seringkali tidak disertai dengan rencana yang tepat dan matang di masa depan.

Pasalnya, pertumbuhan bisnis yang pesat dan tidak disertai kematangan rencana biasanya diwarnai dengan permasalahan yang bisa menyebabkan bangkrutnya bisnis dalam jangka pendek.

Baca juga : UC Browser Kembangkan Bisnis dengan Portal Berita

Karenanya, pemilik bisnis perlu menyiapkan solusi, memantau dan mengelola secara sistematis perkembangan bisnisnya. Dengan demikian, pertumbuhan bisnis akan tepat sasaran dan mudah dikelola.

Solusi selanjutnya yang dibutuhkan pemilik bisnis adalah pengembangan bisnis. Pemilik waralaba/franchisee juga perlu berkomunikasi dengan "pemilik bisnis/pemilik lisensi/franchisor" untuk mendapatkan tips dan saran agar dapat menjalankan bisnis dengan baik.

Resiko usaha waralaba

Risiko bisnis menjadi tanggung jawab pemilik usaha


Pada dasarnya bisnis franchise tidak menjamin bahwa penerima lisensi atau penerima waralaba akan selalu memperoleh keuntungan. Saat perusahaan mengalami kerugian, maka risiko harus ditanggung oleh pengelola bisnis. Pengelola waralaba tidak dapat membebankan kerugian mereka kepada pemilik lisensi waralaba/franchisor

Oleh karena itu, pembeli lisensi waralaba disarankan untuk lebih berhati-hati dalam menjalankan usahanya, terutama dalam mengelola laporan keuangan. Sebagai solusi, manajer bisnis dapat menggunakan software keuangan untuk mendukung kinerja bisnis yang dikelola sehingga semuanya dapat dipantau dengan baik.

Untuk memudahkan dalam mengelola dan melacak keuangan bisnis franchise, para pebisnis biasanya menggunakan teknologi akuntansi berbasis cloud yaitu Jurnal Mekari.

Baca juga : Ekonomi Digital Tumbuh Pesat tapi Perlindungan Privasi Masih Lemah

Jurnal Mekari menawarkan banyak fitur yang memudahkan untuk menyimpan dan melacak catatan keuangan di banyak cabang secara teratur. Jurnal ini juga menawarkan banyak fitur hebat seperti menampilkan dashboard perusahaan dengan data real-time, laporan keuangan, manajemen inventaris, dan manajemen aset terperinci.

Selain itu, ada modul Penjualan dan Pembelian, Rekonsiliasi Bank, dan Integrasi Bisnis yang memudahkan pengambilan keputusan bisnis yang bijaksana.

Belum ada Komentar untuk "Resiko dan Tantangan Bisnis Waralaba (Franchise)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel