Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penyakit Batu Empedu dan Tumor Saluran Empedu, Gejala, Ciri-ciri dan Penyebabnya


1. Batu Empedu


Pada penyakit batu empedu, umumnya sebagian besar pasien tidak menunjukan gejala klinis (asimptomatik) yang dalam perjalanan penyakitnya dapat tetap asimptomatik selama bertahun-tahun dan sebagian kecil dapat berkembang menjadi simptomatik. Kurang dari 50% penderita batu empedu mempunyai gejala klinis.

Manifestasi klinis yang sering terjadi diantaranya adalah mengeluhkan adanya kolik biliaris dan nyeri hebat pada epigastrium dan kuadran kanan atas abdomen yang menjalar hingga ke punggung atau bahu kanan, terutama setelah makan.

Serangan kolik bilier ini disebabkan oleh kontraksi kandung empedu yang tidak dapat mengalirkan empedu keluar akibat tersumbatnya saluran oleh empedu, menyebabkan tekanan di duktus biliaris meningkat dan terjadi peningkatan kontraksi di tempat penyumbatan yang mengakibatkan timbulnya nyeri visera pada daerah epigastrium dan kuadran kanan atas abdomen.

Baca juga : Kumis Kucing (Orthosiphon Aristatus), Ciri-ciri, Manfaat dan Khasiat  

Nyeri pada kuadran kanan atas abdomen dikarenakan implikasi pada saraf yang mempersarafi vesika felea, yaitu plexus coeliacus. Nyeri yang akan diterima oleh saraf aferen mengikuti saraf simpatis. Nyeri ini akan berjalan melui plexus coeliacus dan nervus sphlangnicus mayor menuju ke medulla spinalis. Proses peradangan dapat menyebabkan plexus coeliacus terjepit, sehingga nyeri dapat menyebar dan mengenai peritoneum parietal dinding anterior abdomen atau diafragma bagian perifer. Hal ini menyebabkan nyeri somatik dirasakan dikuadran kanan atas dan berjalan ke punggung bawah angulus inferior skapula, serta radang yang mengenai peritoneum parietal bagian sentral yang dipersarafi oleh nervus frenikus (C3, C4, C5) akan menyebabkan nyeri di daerah bahu sebab kulit di daerah bahu mendapat persarafan dari nervus supraklavikularis (C3, C4).

Nyeri hebat ini sering disertai dengan rasa mual dan muntah. Perangsangan mual dapat diakibatkan oleh karena adanya obstruksi saluran empedu sehingga mengakibatkan aliran balik cairan empedu ke hepar menyebabkan terjadinya proses peradangan pada sekitar hepatobilier yang bersifat iritatif di saluran cerna sehingga merangsang nervus vagal dan menekan rangsangan sistem saraf parasimpatis sehingga terjadi penurunan pergerakan peristaltik sistem pencernaan di usus dan lambung, menyebabkan makanan tertahan di lambung dan peningkatan rasa mual yang mengaktifkan pusat muntah di medulla oblongata.

Pada pemeriksaan fisik, dapat ditemukan adanya nyeri tekan epigastrium dan daerah kuadran kanan atas abdomen. Tanda Murphy positif positif apabila nyeri trkan bertambah sewaktu pasien menarik napas panjang karena kandung empedu yang meradang tersentuh ujung jari tangan pemeriksa dan pasien berhenti menarik napas.

Koledokolitiasis dapat terjadi apabila batu berpindah tempat dari kandung empedu dan menyumbat duktus koledokus. Sumbatan ini dapat menyebabkan kolangitis atau pankreatitis akut. Pasien dengan koledokolitiasis sering menunjukan gejala jaundice dan demam, selain nyeri. Pasien juga dapat mengeluhkan adanya feses yang berwarna dempul akibat retensi aliran bilirubin ke dalam saluran cerna akibat adanya obstruksi, serta keluhan berupa urin berwarna cokelat gelap seperti teh karena meningkatnya kadar ekskresi bilirubin ke dalam urin.

2. Tumor ganas saluran empedu


Keluhan utama ialah ikterus obstruktif yang progresif secara lambat disertai pruritus. Biasanya tidak ditemukan tanda kolangitis, seperti demam, menggigil, dan kolik bilier, kecuali perasaan tidak enak diperut kuadran kanan atas. Pasien juga dapat mengeluhkan adanya anoreksia dan penurunan berat badan.



Baca juga : Mahkota Dewa (Phaleria Macrocarpa), Kandungan Zat Aktif dan Khasiat untuk Kesehatan  

Bila tumor mengenai duktus koledokus, terjadi distensi kandung empedu sehingga mudah diraba, sementara tumornya itu sendiri tidak dapat diraba. Kandung empedu yang teraba dibawah pinggir iga pun tidak terasa nyeri, dan penderita tampak ikterus karena obstruksi. Hepatomegali juga dapat ditemukan pada pemeriksaan fisik. Apabila obstruksi empedu tidak diatasi, hati akan menjadi sirosis, terdapat splenomegali, asites, dan perdarahan varises esophagus.

Posting Komentar untuk "Penyakit Batu Empedu dan Tumor Saluran Empedu, Gejala, Ciri-ciri dan Penyebabnya"