Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Patomekanisme Penyebab Gatal, Kemerahan dan Bersisik pada Lapisan Kulit


Patomekanisme penyebab gatal, kemerahan, dan bersisik :


  • Patomekanisme bercak kemerahan

Ketika antigen masuk melalui kerusakan di sawar eksternal kulit maka antigen terlebih dahulu akan ditangkap oleh makrofag atau sel-sel APC yang lain, kemudian masuk ke dalam dengan berbagai cara, diantaranya degradasi, denaturasi, modifikasi, atau proteolisis yang terjadi di dalam endosom, kemudian fregmen-fregmen antigen yang terdiri atas rantai peptida dan bersifat hidrofobik itu dipresentasikan pada permukaan sel bersama-sama dengan MHC. MHC kelas II yang digunakan dapat berupa MHC yang telah ada pada permukaan sel atau disintesis baru dalam aparat golgi. limfosit T helper (CD4+) melalui reseptor sel T (TCR) akan mengenal antigen yang disajikan bersama MHC kelas II, kemudian memberikan sinyal kepada sel B untuk berproliferasi dan berdiferensiasi. Sebagian besar sel B berdiferensiasi menjadi sel plasma aktif sementara yang lain menjadi sel memori yang dorman.

Baca juga : Khasiat Alang-alang (Imperata Cylindrica), Obat Panas Dalam, Kencing Darah dan Mimisan  

Imunoglobulin disintesis oleh sel B dalam 2 bentuk yang berbeda, yaitu sebagai reseptor permukaan (untuk mengikat antigen) dan sebagai antibodi yang disekresikan ke dalam cairan ekstraselular. Imunoglobulin disekresikan oleh sel plasma yang merupakan fase diferensiasi terminal dari perkembangan sel B dalam upaya memproduksi dan mensekresi antibodi. Sel plasma hanya memproduksi satu jenis antibodi spesifik. Antibodi dikelompokkan menjadi lima subkelas berdasarkan perbedaan aktivitas biologisnya yaitu IgM, IgG, IgE, IgA, dan IgD.

Bagian ekor atau disebut bagian konstan (Fc) antibodi IgE melekat ke sel mast dan basofil, bahkan tanpa ada antigen. Ketika antigen yang sesuai berikatan dengan antibodi yang melekat ke sel mast/basofil tersebut maka terjadi proses degranulasi yang meyebabkan pelepasan berbagai mediator-mediator inflamasi, antara lain histamin, prostaglandin, heparin, serotonin, dan sebagainya. Dengan dikeluarkanya prostaglandin maka terjadinya vasodilatasi pembuluh darah sehingga menyebabkan peningkata permeabilitas kapiler sehingga protein plasma yang seharusnya tetap berada di dalam pembuluh darah akan mudah keluar ke jaringan. Hal ini yang menyebabkan kulit berwarna kemerahan.

  • Patomekanisme gatal (pruritus)

Diketahui bahwa zat-zat kimia dan rangsangan fisik (mekanik) dapat memicu terjadi pruritus.Stimulasi terhadap ujung saraf bebas yang terletak di dekat junction dermoepidermal bertanggung jawab untuk sensasi ini.Sinaps terjadi di akar dorsal korda spinalis (substansia grisea), bersinaps dengan neuron kedua yang menyebrang ke tengah, lalu menuju traktus spinotalamikus konlateral hingga berakhir di thalamus.Dari thalamus, terdapat neuron ketiga yang meneruskan rangsang hingga ke pusat persepsi di korteks serebri.Saraf yang menghantarkan sensasi gatal merupakan saraf yang sama seperti yang digunakan untuk menghantarkan rangsang nyeri. 


Ini merupakan serabut saraf tipe C-tak termielinasi.Hal ini dibuktikan dengan fenomena menghilangnya sensasi gatal dan nyeri ketika dilakukan blockade terhadap penghantaran saraf nyeri dalam prosedur anastesi.80% serabut saraf tipe C adalah nosireseptor polimodal (merespons stimulus mekanik, panas, dan kimiawi); sedangkan 20% sisanya merupakan nosireseptor mekano-intensif, yang tidak dirangsang oleh stimulus mekanik namun oleh stimulus kimiawi. Dari 20 % serabut saraf ini, 15% tidak merangsang gatal (disebut dengan histamine negative), sedangkan hanya 5 % yang histamine positif dan merangsang gatal. Dengan demikian, histamine adalah pruritogen yang paling banyak dipelajari saat ini.

Baca juga : Manfaat Mangga (Mangifera Indica), Khasiat Obat Hipertensi, Disentri dan Luka Bakar  

  • Patomekanisme kulit bersisik (skuama)

Sel-sel hidup pada stratum basalis mengalami diferensiasi.Kemudian bergerak ke atas (stratum korneum) menjadi sel-sel mati yang berisi keratin.Pada stratum korneum sel-sel tanduk menghasilkan sel keratosit yang mengalami keratinisasi. Tapi karena adanya suatu proses inflamasi sehingga menyebabkan proses dari keratinisasi terganggu. Sel-sel tanduk yang telah mati mengalami penumpukan kemudian menyebabkan terbentuknya skuama pada kulit.

Posting Komentar untuk "Patomekanisme Penyebab Gatal, Kemerahan dan Bersisik pada Lapisan Kulit"