Guru Harus Melatih Siswa Berpikir Kritis

Siswa harus berfikir kritis

Guru sebaiknya tidak menggunakan sistem pengajaran berbasis latihan soal saja untuk mempersiapkan siswa menghadapi ujian. Latihan semacam ini hanya memenuhi aspek menghafal. Padahal, siswa dituntut untuk mampu berpikir kritis dan menggunakan nalar serta logikanya.

“Guru perlu melatih ketajaman logika dan nalar agar siswa setiap menghadapi segala jenis soal,” kata Ojat Darojat, rektor Universitas Terbuka (UT).

Baca juga : Tips & Cara Mengajarkan Anak Memakai Pakaian Sendiri

Untuk melatih daya berfikir dan ketajaman logika, siswa harus diajarkan untuk selalu berpikir kritis dan menggunakan logika dalam segala aspek. Mereka tidak hanya dilatih kekuatan menghafal tapi harus berfikir kritis.

Tahun depan, pemerintah akan terus mendukung mata pelajaran yang membutuhkan keterampilan berpikir lebih tinggi atau higher order thinking skills (HOTS). Ia menekankan bahwa masalah seperti HOTS dapat diselesaikan jika siswa memiliki praktik penalaran yang baik.

Pakar kurikulum dan guru besar di FKIP UT mengakui, masih ada guru yang belum terbiasa mengembangkan soal contoh yang merangsang logika peserta didik.

Sementara itu, Bambang Suryadi, Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), menjelaskan kebijakan nasional untuk ujian tahun depan tidak jauh berbeda dengan kebijakan tahun ini, yakni menggunakan soal HOTS kurang lebih sekitar 20 persen.

Adapun metode latihan soal, dia tidak menyukainya. Bambang menjelaskan, guru harus berpegang pada prinsip-prinsip totalitas learning. Oleh karena itu, siswa tidak hanya belajar pada saat menjelang ujian negara.

Siswa harus punya logika tajam

Siswa harus memiliki tingkat berpikir yang tinggi untuk dapat menjawab soal yang kompleks, mengembangkan pemikiran kritis dan rasional. Mereka juga harus mampu mengatasi tantangan yang semakin kompleks saat belajar di sekolah maupun saat ujian nasional.

HOTS merupakan pendekatan pengajaran yang mengajarkan siswa untuk berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan berpikir kreatif. Jika siswa terbiasa dengan soal-soal sulit, maka potensi dirinya dapat berkembang secara maksimal.

Baca juga : Anak yang Bisa Berpakaian Sendiri adalah Titik Penting Psikologis

Nizam, Kepala Pusat Pengkajian Pendidikan di departemen Litbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mengatakan penerapan sistem HOTS di kelas seperti memberikan pupuk untuk membangun potensi pemikiran kritis dan kreatif.

Pemerintah berusaha untuk meningkatkan pemahaman dan daya pikir serta logika anak-anak tingkat sekolah. Sayangnya, sebagian besar guru Indonesia belum mempraktekkan sistem HOTS di kelas dan hanya di sekolah unggulan.

Belum ada Komentar untuk "Guru Harus Melatih Siswa Berpikir Kritis"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel