Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perkembangan Masa Dewasa Awal Meliputi Pertumbuhan Psikososial, Fisik dan Kognitif


PERKEMBANGAN MASA DEWASA AWAL


Dewasa awal adalah masa peralihan dari masa remaja yang ditandai dengan pencarian identitas diri yang didapat sedikit-demi sedikit sesuai dengan umur kronologis dan mental ege-nya. Dewasa awal merupakan suatu masa penyesuaian terhadap pola-pola kehidupan yang baru, dan harapan-harapan sosial yang baru.

Baca juga : Pencegahan dan Pengobatan Gangguan Psikosis melalui Terapi dan Obat-obatan  

1. Perkembangan Fisik

Mulai masa dewasa awal, sel-sel otak juga beransur-ansur berkurang. Tetapi perkembangbiakan koneksi neural khususnya bagi orang-orang yang tetap aktif mengganti sel-sel yang hilang.hal ini membantu menjelaskan pendapat umum bahwa orang dewasa yang tetap aktiv, baik secara fisik, seksual maupun secara mental, menyimpan lebih banyak kapasitas mereka untuk melakukan aktivitas-aktivitas demikian pada tahun-tahun selanjutnya.

Dilihat dari aspek perkembangan fisik, pada awal masa dewasa kemampuan fisik mencapai puncaknya, dan sekaligus mengalami penurunan selama periode ini. Dalam pembahasan akan diuraikan beberapa gejala penting dari perkembangan fisik yang terjadi selama masa dewasa, meliputi kesehatan badan, sensor dan perseptual, serta otak.

a. Kesehatan Badan

Bagi kebanyakan orang, awal masa dewas ditandai dengan memuncaknya kemampuan dan kesehatan fisik. Mulai dari sekitar usia 18 sampai 25 tahun, individu memiliki kekuatan terbesar, gerak-gerak refleks mereka sangat cepat. Lebih dari itu, kemampuan reproduktif mereka berada ditingkat yang paling tinggi.

b. Perkembangan Sensori

Pada awal masa dewasa, penurunan fungsi penglihatan dan pendengaran mungkin belum kentara. Akan tetapi, pada masa dewasa tengah perubahan-perubahan dalam penglihatan dan pendengaran merupakan dua perubahan fisik yang paling menonjol. Pada usia antara 40 dan 59 tahun, daya akomodasi mata mengalami penurunan paling tajam.

c. Perkembangan Otak

Mulai masa dewasa awal, sel-sel otak juga berangsur-angsur berkurang. Tetapi, perkembangbiakan koneksi neural (Neural Conection), khususnya bagi orang-orang yang tetap aktif, membantu mengganti sel-sel yang hilang.

2. Perkembangan Kognitif

Model rentang kehidupan K.Warner Schaie tentang perkembangan kognitif melihat penggunaan intelek yang berkembang dalam suatu konteks sosial. Ketujuh tahapannya berkisar pada beberapa tujuan yang muncul pada berbagai tahap kehidupan. Tujuan-tujuan ini bergerak dari pemerolehan informasi dan ketrampilan (apa yang saya perlu ketahui) ke integrasi praktis dari pengetahuan dan ketrampilan (mengapa saya harus tahu). Tujuh tahap tersebut adalah sebagai berikut :

1. Tahap pemerolehan (acquistive stage)

Tahap dimana anak dan remaja mempelajari informasi dan ketrampilan sebagian besar sekedar mendapatkannya atau sebagai persiapan untuk turut serta di dalam masyarakat.

2. Tahap pencapaian (achieving stage)

Tahap dimana dewasa awal menggunakan pengetahuan untuk memperoleh keahlian dan kemandirian.

3. Tahap tanggung jawab (responsible stage)

Tahap dimana individu paruh baya memikirkan tujuan jangka panjang dan masalah-masalah praktis yang berkaitan dengan tanggung jawab mereka terhadap orang lain.

Baca juga : Belajar Gangguan Halusinasi dari Film A Beautiful Mind, Kisah Manusia Skizofrenia  

4. Tahap eksekutif (executive stage)

Tahap dimana individu paruh baya bertanggung jawab terhadap sosial, menghadapi hubungan kompleks pada banyak tingkat

5. Tahap reorganisasional (reorganizational stage)

Tahap dimana individu dewasa memasuki masa pensiun dan mereorganisasi hidup mereka sekitar aktivitas yang tidak berkaitan dengan pekerjaan.

6. Tahap reintegrasi (reintegrative stage)

Tahap dimana dewasa yang lebih tua memilih untuk memfokuskan energinya yang terbatas pada tugas-tugas yang bermakna bagi mereka

7. Tahap penciptaan warisan (legacy creating state)

Tahap dimana individu lanjut usia mempersiapkan kematian dengan merekam cerita hidupnya, mendistribusikan barang-barang milinya, dan hal serupa lainnya.



3. Perkembangan Psikososial

Empat pendekatan perkembangan psikososial orang dewasa diwakili oleh model tahapan normatif, model penentuan waktu peristiwa (timing of event), model perangai (trait model), dan model tipologikal:

a. Model Tahapan Normatif

Model tahapan Normatif, memotret urutan umum perkembangan berkaitan dengan usia yang terus berlangsung sepanjang hidup, sebanyak yang terjadi pada masa kanak-kanak dan remaja.

b. Model Penentuan Waktu Peristiwa

Model timing of event, menganggap keterkaitan perubahan tersebut kepadausia sama banyaknya dengan ketertarikannya kepada perwujudan dan penentuan waktu perisriwa penting dalam hidup baik disengaja maupun tidak

c. Model Trait

Model trait, focus kepada sifat atau atribut mental, emosional, temperamental, dan perilaku, seperti tampak riang dan lekas marah.

d. Model Tipologikal

Model tipologi, mengidentifikasikan tipe atau gaya kepribadian yang lebih luas, yang mempresentasikan sifat kepribadian yang terorganisir dalam diri individu.

Baca juga : Permasalahan yang Terjadi pada Lansia, Masalah Kesehatan dan Perilaku  

REFLEKSI


Ttentang masa dewasa awal ini, bahwa dewasa awal merupakan masa permulaan dimana seseorang mulai menjalin hubungan secara intim dengan lawan jenisnya maksudnya seorang individu mengalami perkembangan yang paling dinamis sepanjang rentang kehidupan manusia, sebab seseorang mengalami banyak perubahan-perubahan progresif secara fisik, kognitif maupun psikososio-emosional, untuk menuju integrasi kepribadian yang semakin matang dan bijaksana. Jadi, pada masa dewasa ini, hendaknya seorang individu lebih banyak mendapatkan dorongan dalam hal lain ialah motivasi dari lingkungan sekitar sehingga seorang individu dapat meminimalisir pergaulan yang terjadi dari meningkatnya perubahan diri individu.

Posting Komentar untuk "Perkembangan Masa Dewasa Awal Meliputi Pertumbuhan Psikososial, Fisik dan Kognitif"