Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penyakit Otak Abses Serebri, Diagnosis Banding, Komplikasi dan Prognosis


DIAGNOSIS BANDING, KOMPLIKASI DAN PROGNOSIS ABSES SEREBRI


Diagnosis Banding

Sebagai suatu lesi desak ruang (space-occupying lesion), abses serebri dapat bermanifestasi klinis hamper sama dengan suatu neoplasma maupun hematosubdural. Oleh karena itu, diperlukan teknik diagnose yang menyeluruh agar terapi yang diberikan menjadi tepat.

Perbedaan Abses dan Tumor berdasarkan Neuroimaging



Komplikasi

Abses serebri menyebabkan kecacatan bahkan kematian. Adapun komplikasinya adalah:

1. Robeknya kapsul abses ke dalam ventrikel atau ruang subarachnoid

2. Penyumbatan cairan serebrospinal yang menyebabkan hidrosefalus

3. Edema otak

4. Herniasi oleh massa Abses serebri

Prognosis

Angka kematian yang dihubungkan dengan abses serebri secara signifikan berkurang, dengan perkiraan 5-10% didahului CT-Scan atau MRI dan antibiotic yang tepat, serta manajemen pembedahan merupakan faktor yang berhubungan dengan tingginya angka kematian, dan waktu yang mempengaruhi lesi, abses mutipel, kesadaran koma dan minimnya fasilitas CT-Scan. Angka harapan yang terjadi paling tidak 50% dari penderita, termasuk hemiparesis, kejang, hidrosefalus, abnormalitas nervus kranialis dan masalah-masalah pembelajaran lainnya.

Prognosis dari abses serebri ini tergantung dari:

1) Cepatnya diagnosis ditegakkan

2) Derajat perubahan patologis

3) Soliter atau multipel

4) Penanganan yang adekuat

Dengan alat-alat canggih dewasa ini abses serebri pada stadium dini dapat lebih cepat didiagnosis sehingga prognosis lebih baik. Prognosis abses serebri soliter lebih baik dan mu1tipel. Defisit fokal dapat membaik, tetapi keajng dapat menetap pada 50% penderita.

Abses serebri adalah suatu proses infeksi dengan pernanahan yang terlokalisir diantara jaringan otak yang disebabkan oleh berbagai macam variasi bakteri, fungus, dan protozoa, dimana kasusnya jarang dijumpai tetapi angka kematiannya tinggi (rata-rata 40%) sehingga tergolong kelompok penyakit “life threaqtening infection”. Sebagian besar penderita abses serebri adalah laki-laki, dibandingkan perempuan (3:1) yang berusia produktif (20-50) tahun.


Sebagian besar abses serebri berasal langsung dari penyebaran infeksi tengah, sinusitis (paranasal, ethmoidalis, sphenoidalis dan maxillaries), dapat timbul akibat penyebaran secara hematogen dari infeksi paru sistemik (empyema, abses paru, bronkiektase, pneumonia), endokarditis bacterial akut dan subakut dan pada penyakit jantung bawaan Tetralogi Fallot ( abses multiple, lokasi pada substansi putih dan abu dari jarinagn otak). Dapat juga timbul akibat trauma tembus pada kepala atau trauma pasca operasi.,

Abses dapat juga dijumpai pada penderita penyakit immunologik seperti AIDS, penderita penyakit kronis yang mendapat kemoterapi. Steroid yang dapat menurunkan system kekebalan tubuh.

Proses pembentukan abses serebri memakan waktu 2 minggu dan terdiri dari 4 tahap. Dengan semakin besarnya abses serebri gejala menjadi khas berupa trias abses serebri yang terdiri dari gejala infeksi, peninggian tekanan intracranial, dan gejala neurologic fokal. Diagnosa ditegakkan dengan pemeriksaan fisik, rontgen, CT-Scan dan pemeriksaan laboratorium.

Baca juga : Penyakit karena Penuaan, Degeneratif : Penyebab Umum, Ciri dan Gejala  

Terapi definitive untuk abse melibatkan penatalaksanaan terhadap efek massa (abses dan edema) yang dapat mengancam jiwa, terapi antibiotic dan test sensitifitas dari kultur material abses, terapi bedah saraf (aspirasi atau eksisi), pengobatan terhadap infeksi primer, pencegahan kejang, dan neurorehabilitasi.

Prognosis dari abses serebri ini tergantung dari cepatnya diagnosis ditegakkan, derajat perubahan patologis, soliter atau multiple, penegakan yang adekuat.

Posting Komentar untuk "Penyakit Otak Abses Serebri, Diagnosis Banding, Komplikasi dan Prognosis"