Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Etiologi Penyakit Paru Tuberculosis, Sebab, Ciri, Gejala, Tanda Penyakit ini secara Medis


Etiologi Tuberculosis


Kuman ini berbentuk batang, mempunyai sifat khusus yaitu tahan terhadap asam pada pewarnaan (Basil Tahan Asam). Tempat masuk kuman Mycobacterium Tuberkulosa adalah saluran pernafasan, saluran pencernaan, dan luka terbuka pada kulit. Saluran pernafasan merupakan tempat infeksi pertama penderita Tuberculosis.

Tuberculosis merupakan penyakit yang sangat infeksius. Seorang penderita Tuberculosis dapat menularkan penyakit kepada 10 orang disekitarnya. Menurut perkiraan WHO, 1/3 penduduk dunia saat ini telah terinfeksi Mycobacterium tuberculosa. Kabar baiknya adalah orang yang terinfeksi Mycobacterium tuberculosa tidak selalu menderita penyakit Tuberculosis. Dalam hal ini, imunitas tubuh sangat berperan untuk membatasi infeksi sehingga tidak bermanifestasi menjadi penyakit Tuberculosis.

Penyakit Tubeculosis biasanya menular melalui udara yang tercemar dengan bakteri Mikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan pada saat penderita Tuberculosis batuk, dan pada anak-anak sumber infeksi umumnya berasal dari penderita Tuberculosis dewasa.

Baca juga : Asam Nukleat, Fungsi, Komponen, Nukelosida, Nukleotida dan Polinukleotida  

Bakteri ini bila sering masuk dan terkumpul di dalam paru-paru akan berkembang biak menjadi banyak (terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang rendah), dan dapat menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening. Oleh sebab itulah infeksi Tuberculosis dapat menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti: paru-paru, otak, ginjal, saluran pencernaan, tulang, kelenjar getah bening, dan lain-lain, meskipun demikian organ tubuh yang paling sering terkena yaitu paru-paru.

Patofisiologi


Penyebaran kuman Mycrobacterium tuberkolusa bisa masuk melalui tiga tempat yaitu saluran pernapasan, saluran pencernaan dan adanya luka yang terbuka pada kulit. Infeksi kuman ini sering terjadi melalui udara (airbone) yang cara penularannya dengan droplet yang mengandung kuman dari orang yang terinfeksi sebelumnya.

Penularan tuberculosis paru terjadi karena penderita Tuberculosis membuang ludah dan dahaknya sembarangan dengan cara dibatukkan atau dibersinkan keluar. Dalam dahak dan ludah terdapat basil tuberculosis, sehingga basil ini mengering lalu diterbangkan angin kemana-mana. Kuman terbawa angin dan jatuh ketanah maupun lantai rumah yang kemudian terhirup oleh manusia melalui paru-paru dan bersarang serta berkembangbiak di paru-paru.

Pada permulaan penyebaran akan terjadi beberapa kemungkinan yang bisa muncul yaitu penyebaran limfohematogen yang dapat menyebar melewati getah bening atau pembuluh darah. Kejadian ini dapat meloloskan kuman dari kelenjar getah bening dan menuju aliran darah dalam jumlah kecil yang dapat menyebabkan lesi pada organ tubuh yang lain. Basil tuberkolusa yang bisa mencapai permukaan alveolus biasanya di inhalasi sebagai suatu unit yang terdiri dari 1-3 basil. Dengan adanya basil yang mencapai ruang alveolus, ini terjadi dibawah lobus atas paru-paru atau dibagian atas lobus bawah, maka hal ini bisa membangkitkan reaksi peradangan.

Patoflow Tuberculosis



Manifestasi Klinis


Keluhan yang dirasakan pasien Tuberculosis dapat bermacam-macam atau bahkan tanpa ada keluhan sama sekali dalam pemeriksaan kesehatan.

Baca juga : DNA Adalah : Pengertian dan Proses Pembentukan DNA  

Penderita Tuberculosis akan mengalami berbagai gangguan kesehatan, seperti batuk berdahak kronis, subfebris, berkeringat tanpa sebab di malam hari, sesak napas, nyeri dada, dan anorexia. Semuanya itu dapat menurunkan produktivitas penderita bahkan kematian.

Gejala Umum :


  • Batuk terus menerus dan berdahak selama 3 minggu atau lebih
Batuk terjadi karena adanya iritasi pada bronkus. Batuk ini diperlukan untuk membuang produk-produk radang keluar. Sifat batuk dimulai dengan batuk kering kemudian setelah timbul peradangan menjadi produktif.

Gejala lain yang sering dijumpai :

  • Dahak bercampur darah / Hemaptoe.

Hal ini terjadi karena terdapat pembuluh darah yang pecah, kebanyakan batuk darah pada penderita Tuberculosis terjadi pada kavitas, tetapi dapat juga terjadi pada ulkus dinding bronkus.

  • Sesak nafas

Sesak terjadi karena infiltrasi sudah meliputi setengah bagian dari paru-paru

  • Nyeri dada.

Nyeri dada terjadi bila infiltrat radang sudah sampai ke pleura sehingga menimbulkan pleuritis. Terjadi gesekan pleura sewaktu pasien menarik dan melepaskan nafasnya.

  • Badan lemah, nafsu makan menurun, berat badan menurun, rasa kurang enak badan (malaise), berkeringat malam dan demam. Keringat malam disebabkan oleh irama temperatur sirkadian norman yang berlebihan.

Pemeriksaan Diagnostik


Pemeriksaan Radiologi

Pemeriksaan radiologi ialah foto rontgen dada (thorak). Pada pemeriksaan foto thoraks Tuberculosis dapat memberikan bermacam-macam bentuk. Gambaran radiologik yang dicurigai sebagai kelainan Tuberculosis yang masih aktif, bila didapatkan gambaran bayangan berawan/nodular di bagian atas paru, gambaran kavitas (lubang pada paru), dan bayangan bercak milier (berbintik-bintik putih seukuran jarum pentul yang berupa gambaran nodul-nodul (becak bulat) miliar yang tersebar pada lapangan paru).

Pemeriksaan Bakteriologi

Pemeriksaan bakteriologi untuk menentukan kuman tuberkulosis mempunyai arti yang sangat penting dalam penegakkan diagnosa.

Macam-macam pemeriksaan bakteriologik ialah, pemeriksaan yang menggunakan mikroskop biasa yang diberikan pewarnaan khusus dimana bakteri Mycobacterium tuberculosa akan tetap tahan terhadap asam (tetap memberikan warna merah) sehingga disebut sebagai bakteri tahan asam (BTA). Dahak diambil sebanyak 3 kali yaitu dahak sewaktu, pagi dan sewaktu yang dilakukan secara berturut-turut, bila didapatkan hasil 2 kali positif maka dikatakan mikroskopik BTA (+), bila 1 kali positif, 2 kali negatif maka pemerisaan BTA perlu diulang kembali. Pada pemeriksaan ulangan didapatkan 1 kali positif maka dikatakan mikroskopik BTA (+), sedangkan bila tiga kali negatif hasil pemeriksan dikatakan BTA(-). Hasil pemeriksaan darah rutin kurang menunjukkan indikator yang spesifik untuk tuberkulosis. Biasanya akan dijumpai peningkatan Laju Endap Darah (LED) namun nilai LED yang normal tidak menyingkirkan diagnosis. Selain itu dapat dijumpai limfositosis (tingginya kadar limfosit-salah satu jenis sel darah putih) pada hitung jenis leukosit (sel darah putih ).

Pemeriksaan test tuberkulin

Pemeriksaan test tuberkulin ini sangat berarti dalam usaha mendeteksi infeksi Tuberculosis. Di Indonesia karena angka prevalensi (kasus) Tuberculosis paru yang tinggi maka test tuberkulin sebagai alat bantu diagnosis.

Baca juga : Replikasi DNA, Inisiasi, Sintesis Primer, Leading Strand, Ligasi dan Cara Kerja

Ekstrak basil tuberkel (tuberkulin) disuntikan ke dalam lapisan intrakutan di lengan bawah, sekitar 10 cm dari siku. 0,1 ml Purified Protein Derivate (PPD) yang dimurnikan di suntikan dengan menggunakan jarum 1,25 cm no. 26 atau 27 ditusukan kebawah kulit dengan bevel jarum menghadap ke atas.

Hasil pemeriksaan akan terlihat 48 sampai 72 jam setelah suntikan.

Test dianggap positif bila terjadi pembengkakan atau kemerahan melebihi ukuran 5 mm sampai 10 mm.


Penatalaksanaan


Tujuan pengobatan Tuberculosis ialah memusnahkan basil tuberkulosis dengan cepat dan mencegah kambuh

Obat yang digunakan untuk Tuberculosis digolongkan atas dua kelompok yaitu :

  • Obat primer : INH (isoniazid), Rifampisin, Etambutol, Streptomisin, Pirazinamid.
Memperlihatkan efektifitas yang tinggi dengan toksisitas yang masih dapat ditolerir, sebagian besar penderita dapat disembuhkan dengan obat-obat ini.

  • Obat sekunder : Exionamid, Paraminosalisilat, Sikloserin, Amikasin, Kapreomisin dan Kanamisin.

Pemberian Obat Anti Tuberculosis pada anak terbagi berdasarkan pembagian klasifikasi yang membagi tuberculosis menjadi dua stadium.

1. Tuberculosis primer, yang merupakan kompleks primer serta komplikasinya, pada penderita ini diberikan 2HR/7H2R2 : INH+Rifampisin setiap hari selama 2 bulan pertama, kemudian INH +Rifampisin setiap hari atau 2 kali seminggu selama 7 bulan (ditambahkan Etambutol bila diduga ada resistensi terhadap INH). Diberikan kepada:

1. Penderita baru Tuberculosis paru BTA positif.

2. Penderita Tuberculosis ekstra paru (Tuberculosis di luar paru-paru) berat.

3. Penderita kambuh.

4. Penderita gagal terapi.

5. Penderita dengan pengobatan setelah lalai minum obat.

2. Tuberculosis pascaprimer yang merupakan pemberian obat kepada penderita BTA (+) dan rontgen paru mendukung aktif, yang terdiri dari 2HRZ/4H2R2 : INH+Rifampisin+Pirazinamid: setiap hari selama 2 bulan pertama, kemudian INH+Rifampisin setiap hari atau 2 kali seminggu selama 4 bulan (ditambahkan Etambutol bila diduga ada resistensi terhadap INH).

Komplikasi


Pada anak dengan tuberculosis biasanya sering terjadi komplikasi. Menurut Wallgren, ada 3 komplikasi dasar Tuberculosis paru pada anak, yaitu penyebaran limfohematogen, Tuberculosis endobronkial, dan Tuberculosis paru kronik.

Sebanyak 0,5-3% penyebaran limfohematogen akan menjadi Tuberculosis milier atau meningitis Tuberculosis, hal ini biasanya terjadi 3-6 bulan setelah infeksi primer.

Tuberkulosis endobronkial (lesi segmental yang timbul akibat pembesaran kelenjar regional) dapat terjadi dalam waktu yang lebih lama (3-9 bulan). Terjadinya Tuberculosis paru kronik sangat bervariasi, Tuberculosis paru kronik biasanya terjadi akibat reaktivasi kuman di dalam lesi yang tidak mengalami resolusi sempurna. Reaktivasi ini jarang terjadi pada anak, tetapi sering pada remaja dan dewasa muda.

Baca juga : RNA Adalah : Pengertian, Struktur, Jenis, Fungsi dan Proses Pembentukan

Tuberkulosis ekstrapulmonal dapat terjadi pada 25-30% anak yang terinfeksi Tuberculosis. Tuberculosis tulang dan sendi terjadi pada 5-10% anak yang terinfeksi, dan paling banyak terjadi dalam 1 tahun tetapi dapat juga 2-3 tahun kemudian. Tuberculosis ginjal biasanya terjadi 5-25 tahun setelah infeksi primer.

Penyakit Tuberculosis Paru merupakan penyakit menular di dunia,. Tuberculosis Paru disebabkan oleh bakteri tahan asam yang dinamakan myobacterium tuberkulosa. Proses penyebaran penyakit ini umumnya berasal dari droplet seseorang penderita penyakit Tuberculosis Paru kemudian terhisap oleh seseorang dan mengakibatkan orang tersebut ikut terkena.

Tuberculosis Paru tidak hanya menyerang paru-paru tetapi dapat menyerang semua organ, dengan paru-paru sebagai tempat infeksi primer. Gejala khas penyakit ini adalah batuk berdahak terus menerus lebih dari 3 minggu, batuk darah, sesak, anorexia, penurunan berat badan, dan keringat dingin pada malam hari.

Pemeriksaan penunjang bagi penderita Tuberculosis Paru antara lain, pemeriksaan radiologi, pemeriksaan sputum dan pemeriksaan hematologi darah. Pengobatan bagi penderita Tuberculosis dengan menggunakan obat anti tuberculosis berupa (INH, rifampicin, ethambutol, pyrazinamid dan streptomycin)

Posting Komentar untuk "Etiologi Penyakit Paru Tuberculosis, Sebab, Ciri, Gejala, Tanda Penyakit ini secara Medis"