Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perkembangan Masa Remaja, Pertumbuhan Kognitif, Fisik dan Psikososial


PERKEMBANGAN MASA REMAJA


Remaja sebagai periode tertentu dari kehidupan manusia merupakan suatu konsep yang relative baru dalam kajian psikologi. Di Negara-negara Barat, istilah remaja dikenal dengan “adolescence” yang berasal dari kata dalam bahasa latin “adolescere” (kata bendanya adolescentia = remaja), yang berarti tumbuh menjadi dewasa atau dalam perkembangan menjadi dewasa.

Baca juga : Kebutuhan Gizi Ibu Hamil dan Cara Menghitung Kadar Gizi yang Diperlukan  

Menururt Hurlock (1964) Remaja awal (12/13 th – 17/18 th), remaja akhir (17/18 th – 21/22 th). WHO menyatakan walaupun definisi remaja utamanya didasarkan pada usia kesuburan (fertilitas) wanita, namun batasan itu juga berlaku pada remaja pria, dan WHO (World Health Organization) membagi kurun usia dalam dua bagian yaitu remaja awal 10 – 14 tahun dan remaja akhir 15 – 20 tahun.

1. Perkembangan Fisik

Perubahan-perubahan fisik merupakan gejala primer dalam pertumbuhan remaja, yang berdampak terhadap perubahan-perubahan psikologis. Pada mulanya, tanda-tanda perubahan fisik dari masa remaja terjadi dalam konteks pubertas. Baik anak laki-laki ataupun perempuan mengalami pertumbuhan yang cepat, yang di sebut “growuth spurt” (percepatan pertumbuhan), di mana terjadi perubahan dan percepatan pertumbuhan di seluruh bagian dan dimensi badan.

a. Perubahan Tinggi dan Berat Badan

Tinggi rata-rata anak laki-laki dan perempuan pada usia 12 tahun adalah sekitar 59 atau 60 inci.Tetapi, pada usia 18 tahun, tinggi rata-rata remaja lelaki adalah 69 inci, sedangkan timggi rata-rata remaja perempuan hanya 64 inci.Tingkat pertumbuhan tertinggi terjadi pada usia sekitar 11 tahun atau 12 untuk anak perempuan dan 2 tahun kemudian untuk anak lelaki.Dalam tahun itu, tinggi kebanyakan anak lelaki bertambah lebih dari 4 inci.

b. Perubahan Proporsi Tubuh

Seiring dengan pertambahan tinggi dan berat badan, percepatan pertumbuhan selama masa remaja juga pada proporsi tubuh. Bagian-bagian tubuh tertentu yang sebelumnya terlalu kecil, pada masa remaja menjadi terlalu besar. Hal ini terlihat pada pertumbuhan tangan dan kaki, yang sering terjadi tidak proposional. Perubahan proposi tubuh yang tidak seimbang menyebankan remaja merasa kaku dan canggung, serta khawatir bahwa badannya tidak akan pernah serasi dengan tangan dan kakinya.

Baca juga : Cara Mencegah Malnutrisi pada Kehamilan, Program Pemerintah Mengatasi Masalah ini  

c. Perubahan Hormonal Remaja

Perubahan hormonal merupakan awal dari masa pubertas remaja yang terjadi sekitar usia 11-12 tahun. Perubahan ini erat hubungannya dengan perubahan didalam otak yakni hypothalamus, suatu bagian organ otak yang bertugas untuk mengkoordinasi atau mengatur fungsi-fungsi seluruh sistem jaringan organ tubuh.

2. Perkembangan Kognitif

Perkembangan intelektual (kognitif) pada remaja bermula pada umur 11 atau 12 tahun. Remaja tidak lagi terikat pada realitas fisik yang konkrit, remaja mulai mampu berhadapan dengan aspek-aspek yang hipotesis dan abstrak dari realitas. Bagaimana dunia ini tersusun tidak lagi dilihat sebagai satu-satunya alternatif yang mungkin terjadi, misalnya aturan-aturan dari orang tua, status remaja dalam kelompok sebayanya dan aturan-aturan yang diberlakukan padanya tidak lagi dipandang sebagai hal-hal yang mungkin berubah. Kemampuan-kemampuan berpikir yang baru ini memungkinkan individu untuk berpikir secara abstrak, hipotesis dan kontrafaktual, yang nantinya akan memberikan peluang pada individu untuk mengimajinasikan kemungkinan lain untuk segala hal.


 
3. Perkembangan Psikososial

Pada masa remaja muncul keterampilan-keterampilan kogitif baru. Menurut sejumlah ahli psikologi perkembangan, keterampilan-keterampilan kognitif baru yang muncul pada masa remaja ini mempunyai pengaruh besar terhadap perubahan kognisi sosial mereka. Perubahan-perubahan dalam kognisi sosial ini merupakan salah satu ciri penting dari perkembangan remaja. Hal ini dapat di mengerti sebab selama masa remaja kemampuan untuk berfikir abstrak mulai muncul.

Salah satu bagian penting dari perubahan perkembangan aspek sosial remaja ini adalah apa yang diistilahkan oleh psikolog David Elkind dengan egosentrisme yakni kecenderungan remaja untuk menerima dunia (dan dirinya sendiri) dari perspektifnya mereka sendiri. Dalam hal ini remaja mulai mengembangkan suatu gaya pemikiran egosentris, dimana mereka lebih memikirkan tentang dirinya sendiri dan seolah-olah memandang dirinya drai atas.Remaja mulai berfikir dan menginterpretasikan kepribadian dengan cara bagaimana yang dilakukan oleh para ahli teori kepribadian, dan memantau dunia sosial mereka dengan cara-cara yang unik.

Saat seseorang mencapai masa remaja, maka orang tersebut berada dalam masa pencarian identitas diri. Yang dimaksud dengan pencarian identitas diri adalah proses menjadi seorang yang unik dengan peran yang penting dalam hidup. Pencarian identitas diri sebagai konsepsi tentang diri, penentuan tujuan, nilai, dan keyakinan yang dipegang teguh oleh seseorang. Usaha remaja untuk memahami diri merupakan proses vital dan sehat yang didasarkan kepada pencapaian tahap sebelumnya.

Baca juga : Definisi Malnutrisi dan Faktor Resiko Sosial Ekonomi dan Jarak Kelahiran  

REFLEKSI


Perkembanagn masa remaja ini ialah saat seseorang mencapai masa remaja maka seseorang tersebut berada dalam masa pencarian identitas diri, masa di mana terjadi perubahan besar secara fisik, intelektual dan emosional pada seseorang yang menyebabkan kesedihan dan kebimbangan (konflik) pada yang bersangkutan, serta menimbulkan konflik dengan lingkungannya. Namun sangat sedikit remaja yang mengalami kondisi yang benar-benar ekstrim seperti kedua pandangan tersebut (selalu penuh konflik atau selalu dapat beradaptasi dengan baik). Kebanyakan remaja mengalami kedua situasi tersebut (penuh konflik atau dapat beradaptasi dengan mulus) secara bergantian (fluktuatif).

Posting Komentar untuk "Perkembangan Masa Remaja, Pertumbuhan Kognitif, Fisik dan Psikososial"