Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kualitas Tanaman Herbal, Faktor Biologi dan Geografi terhadap Tanaman



Secara faktual, kebanyakan senyawa aktif dari tumbuhan dikelompokkan kedalam golongan metabolit sekunder, Yaitu senyawa yang disintesis oleh tumbuhan bukan untuk kebutuhan dasarnya yakni tumbuh dan berkembang, melainkan untuk mempertahankan eksistensi dan keberlanjutan spesiesnya dalam berinteraksi dengan ekosistem. 

Sebagai senyawa aktif untuk berinteraksi dengan ekosistem, biosintesis metabolit sekunder memiliki karakteristik yang bersifat adaptif (bereaksi terhadap rangsang), spesifik (ekspresi respon terhadap rangsang bersifat khas) dan variatif ( rangsang yang sama terhadap organ yang berbeda pada satu spesies tumbuhan yang berbeda dapat menghasilkan respon yang berbeda). Secara alamaih, kualitas senyawa bioaktif dalam tumbuhan hidup ditentukan oleh faktor internal yaitu genetik dan umur tanaman, serta dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti klimatik, geografi, hama dan penyakit, dan lain – lain. Selain kedua faktor tersebut, waktu panen dan penanganan pasca panen juga dapat berpengaruh terhadap kualitas simplisia.




Faktor Biologi dan Geografi

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi adalah :
  • temperatur. Temperatur merupakan faktor utama yang mengatur pertumbuhan dan proses metabolisme dalam tumbuhan. Perubahan temperatur secara berkala dan pergantian musim berpengaruh terhadap senyawa bioaktif yang dihasilkan oleh tumbuhan. Misalnya pada tanaman Matricaria chamomilla, kandungan minyak atsirinya (kamazulen) paling tinggi adalah pada tanaman yang ditanam pada temperatur siang hari 250 C, atau malam hari pada temperatur 150 C.
  • cahaya (intensitas, radiasi, lama pencahayaan)
  • curah hujan, ketersediaaan air
  • ketinggian di atas permukaan laut
  • iklim
  • angin
  • keadaan tanah (fisik, kimia, mikrobiologi termasuk cemaran pestisida)
  • kandungan nutrisi termasuk kandungan mineral. Produksi minyak atsiri pada tanaman Cymbopogum winterianus diinduksi oleh Mn, Mo, Mg dan B
  • jamur, bakteri dan virus. Berkurangnya kadar vinvaleukoblastin dari tanaman Vinca rosea karena terinfeksi virus. Berkurangnya kadar morfin dari tanaman Papaver somniverum kerena pertumbuhan jamur.
  • keberadaan serangga (Hama)
  • Adanya hewan herbivora
  • Banyaknya tanaman per area penanaman (planting density)
  • Adanya kompetisi dengan tanaman lain

Posting Komentar untuk "Kualitas Tanaman Herbal, Faktor Biologi dan Geografi terhadap Tanaman"