Ads Header

Hail Cannon, Meriam Pengendali Cuaca


Hail Cannon berupa meriam besar seperti terompet raksasa di angkasa. Campuran kimia asetilen dan oksigen dibakar di bawah cerong. Proses pencampuran itu kemudian menciptakan ledakan dan menciptakan gelombang kejut yang dikirim ke langit.

Hail Cannon digunakan oleh petani anggur di pedesaan Prancis pada awal abad ke-20. Petani menggunakannya untuk mencegah butiran besar dari bebatuan es yang dapat merusak tanaman.

Baca juga : Pengertian Zat Murni dan Zat Campuran

Tampaknya masuk akal, gelombang kejut di awan badai diharapkan akan merobek es. Jadi es itu terurai menjadi butiran kecil atau menjadi air saat hujan.

Namun tidak demikian, es yang terbentuk di awan masih membentuk batuan besar dan jatuh sebagai es besar di tanah.


Tekanan gelombang kejut yang dibutuhkan untuk bergetar setidaknya pada ketinggian 1 km adalah 300 hPa. Sedangkan Hail Cannon hanya mampu membuat gelombang kejut pada jarak hingga 100 meter hanya mencapai 1,3 hPa.

Selain itu, awan badai juga menghasilkan gelombang kejut sendiri berupa badai elektron ketika terbentuknya petir. Para tetangga menyalahkan para petani atas ledakan keras yang mereka buat. Penggunaan meriam Hail Cannon kini sudah ditinggalkan karena tidak efektif bahkan berbahaya.

Baca juga : Pemisahan dan Pemurnian Zat dalam Proses Kimia

Belum ada Komentar untuk "Hail Cannon, Meriam Pengendali Cuaca"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel