Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

3 Tips Meningkatkan Daya Imajinasi Anak Usia Dini

Tips merangsang imajinasi anak

Usia dini sangat penting dan menentukan perkembangan anak pada tahap selanjutnya. Segala sesuatu yang dilakukan orang tua dan anak bersama-sama, bermain, bernyanyi, membaca, makan, dan berjalan, memengaruhi kondisi fisik anak dan "mengasah otaknya".

Menurut halaman Children's Center. Berpartisipasi dalam semua aktivitas yang dilakukan anak-anak akan meningkatkan keingintahuan dan imajinasi mereka serta membantu perkembangan otak anak. Melalui pengulangan, koneksi ini menciptakan jaringan di otak yang memungkinkannya untuk berpikir dan belajar. Menurut Eugene Schwartz, direktur Program Pendidikan Guru Sunbridge College, dalam ulasannya di Parenting.com, "imajinasi mendorong anak-anak menumbuhkembangkan kreativitas."

Baca juga : Tips Agar Anak Tidak Bosan Belajar di Rumah

Tahap awal seorang anak juga merupakan periode terpenting dalam perkembangan mentalnya. Karena otak seorang anak jauh lebih padat pada saat itu dibandingkan saat ia dewasa. Pengulangan ingatan dan kegiatan akan menjadi permanen terekam di otak. Kegiatan atau hal yang jarang dilakukan mungkin tidak bertahan lama di otak. Tentunya penting bagi orang tua untuk mengetahui bagaimana cara mengembangkan daya imajinasi dan kreativitas anak. Namun, urgensi seringkali menjadi penghalang bagi orang tua untuk menghabiskan waktu bersama anak-anak mereka.


Apalagi sekolah tidak tahu bagaimana mengatasi masalah seperti ini. Hal ini diungkapkan oleh Thomas Armstrong, penulis dari Awaken Your Child's Natural Genius (1991), yang mengatakan bahwa tantangan saat ini bagi orang tua dan sekolah adalah ketidakmampuan untuk menerapkan formula untuk mengembangkan imajinasi anak. Ada beberapa cara bagi orang tua untuk mengasah dan mengembangkan imajinasi anak. Berikut beberapa tip yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Kembangkan imajinasi anak dengan cerita. 

Cerita adalah salah satu alat yang cocok untuk mengembangkan imajinasi anak. Dapat mengembangkan imajinasi mereka dengan membaca, misalnya buku cerita, dongeng atau novel, di mana anak-anak tidak hanya fokus pada cerita, tetapi juga dapat membayangkan bahwa mereka berpartisipasi di dalamnya. Eugene Schwartz mengatakan bahwa cerita bukan hanya buku yang bagus, film yang menarik, atau yang lainnya. Namun, orang tua juga bisa mengarang cerita sendiri berdasarkan kondisi lingkungan. Misalnya hubungan dengan orang lain atau cara mencintai hewan peliharaan.

Baca juga : 6 Tips Mendidik Anak Agar Punya Kepercayaan Diri yang Tinggi

Daya kreativitas imajinasi anak

2. Biasakan anak berkreasi melalui seni. 

Mengajak anak untuk berkreasi sejak dini, seperti terjun di dunia seni, juga dapat meningkatkan kemampuan berimajinasi. Menciptakan seni tidak hanya secara harfiah mempersiapkan anak-anak untuk menjadi seniman, tetapi membantu mereka mengembangkan keterampilan mental, emosional, dan sosial, menurut Church Street School of Music and Art Director di New York City. Selain itu, kreativitas juga dapat membantu anak “meningkatkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah secara lebih kreatif”, kata Mary Ann F. Kohl, penulis  Primary Art: It’s a Process, Not a Product (2012)".

Para orang tua didorong untuk mengajak anak-anak mereka berlatih, baik itu menggambar, membuat boneka lilin, plastisin atau kegiatan lainnya. Orang tua juga hendaknya memberikan kebebasan berkreasi kepada anaknya dan memberikan motivasi berupa rasa syukur atas setiap kegiatan yang dilakukannya.

3. Latih dengan bermain peran. 

Bermain peran bisa menjadi cara lain untuk meningkatkan imajinasi anak. Penelitian menunjukkan bahwa anak yang sering berperan dalam drama memperoleh manfaat seperti belajar berkomunikasi, kemampuan menghafal dialog hingga memotivasi diri untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. 

Baca juga : Keinginan Orang Tua dalam Pendidikan Bisa Membuat Anak Depresi

Para orang tua bisa mengajak anaknya untuk melakukan berbagai tugas, misalnya menjadi dokter, pemadam kebakaran, juru masak, montir, petani, dll. Anak tidak hanya berimajinasi ketika memiliki peran untuk dimainkan, tetapi juga mengenal semua profesi yang akan mereka jalani secara nyata nantinya.

Posting Komentar untuk "3 Tips Meningkatkan Daya Imajinasi Anak Usia Dini"