Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perbedaan Kepribadian Antisosial & Kepribadian Introvert

Setiap orang memiliki kepribadian masing-masing. Beberapa orang mudah bergaul dengan orang banyak dan menyukainya, tetapi ada pula yang pemalu dan ingin sendirian. Mengenai kepribadian, banyak orang mengklasifikasikannya menjadi ekstrovert dan introvert. Spektrum kepribadian itu sendiri sangat luas dan tidak dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori ini.

Seseorang dianggap ekstrovert jika dia memiliki kepribadian yang mudah bergaul, dia mudah berkomunikasi dan lebih antusias. Meskipun introvert pemalu, tenang, dan suka sendirian, mereka juga sering dianggap antisosial. Namun, seseorang dengan kepribadian antisosial berbeda dari introvert. Mengapa demikian?

Perbedaan antara kepribadian antisosial dan introvert

Jangan sampai Anda salah paham, perhatikan perbedaan berikut antara antisosial dan introvert:


1. Kepribadian Antisosial


Kepribadian antisosial sering disebut sebagai sosiopat. Beberapa kepribadian antisosial sudah termasuk dalam kategori gangguan mental. Alasannya adalah bahwa orang-orang antisosial jelas tidak menghormati atau mengabaikan hak dan perasaan orang lain. Mereka cenderung bersikap bermusuhan, memanipulasi, atau memperlakukan orang lain dengan kasar atau tidak menyenangkan.

Orang dengan kepribadian antisosial tidak menunjukkan rasa bersalah atau penyesalan tentang perilaku mereka. Bahkan, mereka sering menentang hukum dan menjadi kriminal. Tanda-tanda seseorang dengan kepribadian antisosial cenderung berbohong, kasar, atau impulsif jika memiliki masalah dengan narkoba atau alkohol.

Tanda-tanda lain dari kepribadian antisosial, yaitu:


  • Tidak peduli dengan benar dan salah.
  • Berbohong atau curang untuk mengambil keuntungan dari orang lain.
  • Tidak punya perasaan, nyinyir dan tidak punya adab kepada orang lain.
  • Menggunakan kepandaiannya untuk mengakali orang lain untuk kesenangan pribadi
  • Arogan, suka mengatur dan keras kepala.suka berbuat kejahatan.
  • Sering mengambil hak orang lain melalui pemaksaan.
  • Suka permusuhan, mudah marah, gelisah, agresif atau suka kekerasan.
  • Tidak peduli terhadap orang lain dan tidak pernah menyesal.
  • Suka hal berisiko atau terlibat dalam perilaku berbahaya yang tidak peduli dengan keselamatan.
  • Suka berbuat buruk dan berlebihan dengan orang lain.
  • Acuh tak acuh dan tidak mampu menyelesaikan pekerjaan.

Tanda kepribadian antisosial sering muncul sebelum usia 15. Gangguan mental ini dianggap sebagai kondisi yang akan berjalan seumur hidup, namun beberapa gejala dapat membaik dari waktu ke waktu pada beberapa orang. Namun, tidak jelas apakah kondisi ini bisa sembuh seiring bertambahnya umur.

2. Kepribadian Introvert


Introvert dan anti-sosial sangat berbeda, dan perbedaannya adalah bahwa introvert bukanlah gangguan mental. Dilansir dari WebMD, seorang introvert adalah orang dengan tipe kepribadian yang disebut introversi. Dengan kata lain, mereka merasa lebih nyaman memusatkan perhatian pada pikiran mereka. Mereka lebih menikmati menghabiskan waktu bersama satu atau dua orang, daripada bermain skating bersama teman-temannya.



Ketika Anda mendengar kata "introvert," Anda membayangkan seseorang yang pemalu atau suka sendirian. Ini berlaku untuk beberapa introvert, tetapi perlu dicatat bahwa ada banyak tipe kepribadian lain yang punya sifat ini. Seorang introvert atau ekstrovert tergantung pada cara orang melihat dunia di sekeliling mereka. Secara umum, ciri-ciri introvert sebagai berikut:

  • Perlu tenang agar mampu berkonsentrasi;
  • Suka memikirkan diri sendiri;
  • Mampu melakukan banyak hal sendirian;
  • Butuh waktu untuk mengambil keputusan.
  • Merasa nyaman dan senang dengan sendirian;
  • Saya tidak suka grup dan komunitas;
  • Suka menulis dibanding bicara;
  • Sering merasa lelah ketika ada kerumunan;
  • Sedikit sahabat, tetapi sangat dekat dengan sahabat yang sedikit ini;
  • Menggunakan imajinasi untuk menyelesaikan masalah.

Posting Komentar untuk "Perbedaan Kepribadian Antisosial & Kepribadian Introvert"