Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pemerintah Menyoroti Infrastruktur Digital di Destinasi Wisata


Kebutuhan akan internet berkecepatan tinggi di banyak destinasi wisata menjadi perhatian khusus bagi Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi (Kominfo).

Ahmad M. Ramli, direktur jenderal Departemen Pos dan Teknologi Informasi Kementerian Komunikasi dan Informasi, mengatakan penyediaan jaringan telekomunikasi, termasuk Internet, merupakan faktor kunci dalam upaya mendukung industri pariwisata.

Dia berpendapat bahwa beberapa tujuan wisata Indonesia memiliki kualitas layanan internet yang memadai.

“Di Danau Toba, kita dapat mengatakan bahwa kualitas layanan internet terbaik ada di Tombak Sulu-Sulu [salah satu situs budaya di sub-wilayah Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan], kecepatan internet adalah 34,85 Mbps. Tidak ada banyak orang di sana, tetapi kualitas layanan internet sangat baik, dan Bandara Internasional Kualanamu memiliki kecepatan Internet 15,21 Mbps, ”jelasnya dalam kontak dengan Bisnis, Selasa (7 Juli 2020).

Contoh lain adalah Candi Borobudur dengan kecepatan internet 15,84 Mbps, Bandara Lombok Raya sekitar 23,04 Mbps dan Pelabuhan Teluk Aving pada 20,90 Mbps.

Ahmad mengatakan ada dua faktor yang mempengaruhi kecepatan internet di tujuan wisata ini. Pertama, dalam hal kualitas layanan yang disediakan oleh operator, dan kedua, pilihan konsumen ketika memilih paket data.


“Jika di wilayah seperti Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, mereka sudah melebihi 10 Mbps, dan download bisa lebih cepat. [Informasi ini] kami dapatkan dari tes yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi, ”jelasnya.

Dia mengatakan Kementerian Komunikasi dan Informasi akan terus memantau kebutuhan layanan ini di berbagai wilayah.

“Nanti [jika perlu] kami akan meminta operator untuk memperbaikinya. Jika kualitas bandwidth diperlukan, kami akan meminta untuk menambahkannya lagi, ”jelasnya.

Posting Komentar untuk "Pemerintah Menyoroti Infrastruktur Digital di Destinasi Wisata"